Waktunya Reformasi Olahraga Indonesia

Kegagalan tim bulutangkis Indonesia pada Olimpiade London 2012 merupakan sebuah tamparan yang sangat menyakitkan, seluruh atlit bulutangkis kita harus mengakui kehebatan lawan – lawannya. Sangat ironis sekali apalagi ditambah dengan insiden di diskualifikasi pasangan ganda putri Indonesia karena diduga tidak bermain secara serius.

Bulutangkis yang merupakan cabang olahraga andalan Indonesia sudah saatnya berbenah diri, olahraga ini dulu sempat membawa nama harum Indonesia di dunia Internasional dan Indonesia yang sempat menjadi raja di cabang olahraga ini sekarang hanya tinggal kenangan manis. Dulu semua negara sangat segan jika bertemu dengan tim bulutangkis indonesia tetapi saat ini kita sudah sangat jauh sekali ketinggalan.

Jangankan untuk mematahkan dominasi China, melawan tim Korea Selatan, Malaysia bahkan Thailand pun Indonesia sudah sangat susah payah untuk bisa menang.

Apa yang salah dengan Bulutangkis Indonesia ? Pelatih tim bulutangkis Indonesia adalah mantan pemain yang pernah berjaya di masanya, bahkan untuk tunggal putri dan putra Indonesia menggunakan jasa pelatih asing Li Mao yang juga pernah melatih Lee Chong Wei. Li Mao berada di Cipayung sejak Januari 2011. Pertimbangan PBSI memilih pelatih asing semata-mata untuk menimba banyak ilmu bulu tangkis.

Sekolah Bulutangkis juga sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia, setiap provinsi juga ada pengurus cabang PBSI. Jadi sebenarnya mungkin permasalahan ada pada tingkat pusat dalam mengelola kepengurusan olahraganya. Mungkin dengan hasil Olimpiade London 2012 ini dapat menjadi pemicu agar seluruh insan olahraga di Indonesia dapat mawas diri, mengutamakan kepentingan pembinaan atlet jangan menjadikan olahraga sebagai ajang untuk mencari kedudukan apalagi jabatan.

Bukan hanya di bulutangkis saja cabang olahraga lain pun harus segera dibenahi baik dari sistem kepengurusannya maupun pengembangan atlit dan regenerasi atlit. Sebenarnya Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang olahraga banyak atlit dari daerah yang sebenarnya memiliki potensi yang besar namun karena kurang kepedulian dari para pengurus olahraga jadinya potensi tersebut sia – sia saja.

Mungkin Indonesia butuh sosok yang bisa menjadi pemersatu dan pemimpin untuk memajukan olahraga, siapa orangnya tidak lah penting asal dia berdedikasi tinggi terhadap kemajuan olahraga dan tidak bisa dipengaruhi oleh segelintir orang yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya sendiri.

Ayo mari kita seluruh warga Indonesia kita dukung kemajuan olahraga kita hilangkan dulu kepentingan pribadi, sudah saatnya kita dengan serius mengembangkan olahraga karena hanya dengan olahraga lah bangsa kita bisa mendapatkan kehormatan dari bangsa lain.

Facebook Comments

Artikel Lainnya

Skuad Timnas Belanda Yang Dibawa Ke Indonesia Skuad Timnas Belanda Yang Dibawa Ke Indonesia - Timnas Indonesia pada tanggal 7 Juni 2013 nanti akan berhadapan dengan lawan berat dalam seri pertandi...
Ayo Dukung Tim Thomas dan Uber Indonesia Tidak lama lagi pergelaran Piala Thomas dan Uber 2012 akan segera dimulai, Turnamen beregu paling bergengsi di olahraga Bulutangkis tersebut akan dila...
Atlet Indonesia di Olimpiade London 2012 Olimpiade London 2012 - Indonesia pada Olimpiade tahun 2012 ini kembali mengirim atlet - atlet terbaiknya untuk ikut bertanding pada Event Olahraga Te...
Profile Taufik Hidayat Setelah kemarin saya membuat sedikit artikel tentang profile Dionysius Hayom Rumbaka sekarang kita akan melihat profile salah satu pemain emas Bulutan...
Chelsea Kalahkan Villa, Torres Akhiri Puasa Gol Chelsea pulang dari markas Aston Villa dengan poin penuh. Chelsea menang 4-2 dengan gol terakhir dicetak oleh Fernando Torres, membuatnya mengakhiri p...

1 Comment on Waktunya Reformasi Olahraga Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*