Tania Head Menipu Korban WTC 9/11 Amerika Selama 4 Tahun

Tania Head alias Alicia Esteve Head
Tania Head alias Alicia Esteve Head

Tania Head Perempuan kelahiran 1973 asal Spanyol ini bikin heboh New York selama 2003 – 2007. Tania Head jago betul bersandiwara. Mulanya datang bagai pahlawan, lalu tenggelam ditelan kutukan. Mulannya diagungkan jadi Presiden Jaringan Korban Selamat, lalu raib konon bunuh diri. Para korban Tragedi WTC 9/11 2001 nyaris tak percaya bahwa mereka ditipu bulat bulat oleh perempuan ini yang mengaku selamat dari ancaman maut di Gedung WTC Menara Selatan.

Mulanya Tania Head, yang aslinya bernama Alicia Esteve Head, datang ke New York 2003. Mengaku salah satu korban selamat di antara 19 orang. Mengaku terbakar punggungnya, nyaris tewas pada 11 september 2001 ketika pesawat menerjang WTC. Mengaku tunangannya, Dave, tewas pada hari itu di Menara Utara WTC. Semua terharu mendengar kisah sedih Tania Head. Kemudian dia diangkat menjadi Presiden WTC Survivor Network sebagai penghormatan.

Kemasyhuran dan uang pun mengalir deras.

Pada hari jatuh peringatan tragedi dia dipilih sebagai pemimpin tour keliling gedung WTC. Didampingi tokoh tokoh ternama yaitu Walikota New York Michael Bloomberg dan dua bekas Walikota yaitu Rudi Giuilani dan George Pataki. Tak hanya hanya itu dia, juga sukses memaksa para korban 9/11 menjalani terapi “flooding”. Namun apes datang, pada September 2007 The New York Times mengendus gelagat tidak beres. Lebih apes lagi tersiar kabar buruk dari Spanyol dan Perancis.

Oktober 2007 nampaknya akhir petualangan Tania Head. Kabar berita memastikan bahwa ada saksi mata menyaksikan Tania Head berada di Barcelona Spanyol ketika Tragedi WTC 2001 berlangsung. Ketika itu dia sedang ambil kuliah Business Adminstration. Berhamburlah berita laknat dan kutukan kepada perempuan yang aslinya bernama Alicia Esteve Head. Sejak itu dia lenyap bagai ditelan bumi. Rumor berhembus bahwa dia bunuh diri.

Sudah berakhirkah kisah naas Tania Head? Ternyata tidak. Tanggal 13 Maret 2012 lalu namanya kembali bergema di media dunia. Kali ini tentang bukti bahwa dia datang kembali ke New Nyork menengok gedung WTC. Dan tentang pengumuman dari dua orang penulis yang akan menerbitkan buku tentang Tania Head. Bulan depan akan terbit buku berjudul menawan: “THE WOMAN WHO WASN’T THERE” (Perempuan Yang Tak Ada Di Sana) karya Robin Gaby Fisher dan Angelo Guglielmo.

Apapun makna buku tersebut tentu bermaksud mengabadikan mozaik mozaik tragedi WTC. Sama seperti buku buku lain. Walau tak seberapa hebat dibanding dua buku serupa yang dilarang terbit di Amerika: “THE BIG LIE” dan “AMERICAN DECEIVED”. Soalnya mengungkap nama nama besar yang mengkhianati warga Amerika dan mendalangi tragedi tersebut.

sumber : media kompasiana
Facebook Comments

Artikel Lainnya

YouTube Indonesia YouTube Indonesia - Google secara resmi kemarin telah merilis situs YouTube versi Indonesia, situs tersebut saat ini telah memiliki domain lokal khusu...
Pembantaian Etnis Tionghoa Tahun 1740 Batavian, pada tahun 1740 terjadi suatu peristiwa berdarah yang berhubungan dengan Kali Besar. Selama beberapa waktu, imigran Tionghoa banyak yang dat...
Cerita Seorang Mualaf Jauh sebelum memeluk Islam, Cecilia Mahmuda Cannolly sebenarnya telah menjadi Muslim tanpa menyadarinya. Sudah sejak lama ia kehilangan kepercayaan te...
Mengenal 4 Foto Googles Doodle Hari Ini Sudahkah anda melihat logo Google hari ini? Terdapat empat foto yang dikombinasi dengan deretan hurup Google.  Desain kreatif ini disebut sebagai Go...
Ada Pornografi di Website UII Yogyakarta Ada Pornografi di Website UII Yogyakarta - Tidak diragukan lagi website bagi sebuah lembaga pendidikan adalah salah satu media utama dalam menginforma...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*