Sabah Malaysia di Serang Kesultanan Sulu

Sabah Malaysia di Serang Kesultanan Sulu – Akhirnya Malaysia kena batunya, itulah yang sedang terjadi di Sabah. Malaysia yang selama ini sering mengklaim kebudayaan dan beberapa kawasan daerah teritorial Indonesia saat ini sedang menghadapi perang dari Kesultanan Sulu yang mengklaim bahwa Sabah adalah daerah kekuasaan Kesultanan Sulu.

Kesultanan Sulu adalah sebuah pemerintahan Muslim yang pernah suatu masa dahulu menguasai Laut Sulu di Filipina Selatan. Kesultanan ini didirikan pada tahun 1450. Pada zaman kegemilangannya, negeri ini telah meluaskan perbatasannya dari Mindanaohingga negeri Sabah.

Kesultanan Sulu mengklaim wilayah Sabah milik mereka, berdasarkan dokumen leluhur yang mengatakan bahwa Malaysia menyewa Sabah dari Sulu. Sebelumnya, Sabah diberikan ke Sulu oleh Sultan Brunei sebagai hadiah.

sabah malaysia

Disebutkan pula, Sabah menjadi bagian Malaysia sejak 1963 dengan kompensasi membayar sewa ke Kesultanan Sulu setiap tahun. Mungkin beberapa tahun terakhir ini Malaysia sengaja tidak membayar kompensasi sewa kepada Kesultanan Sulu sehingga membuat Kesultanan Sulu ingin mengambilnya kembali. Sudah sewajarnya jika dalam sewa menyewa jika si penyewa tidak membayar biaya sewa pasti akan diusir yang punya tanah, itulah kira – kira yang terjadi di Sabah.

Saat ini Pemerintah Malaysia seolah – olah menutup – tutupi permasalahan ini, hal tersebut terlihat dari simpang siurnya berita yang dikeluarkan oleh Pemerintah Malaysia. Juru bicara Kesultanan Sulu sendiri mengatakan bahwa pihak Malaysia menembaki mereka pada pukul 10 dan membantah adanya korban jiwa dari pihak Kesultanan Sulu seperti yang diberitakan oleh Pemerintah Malaysia.

Sebuah radio gelombang pendek juga mengatakan bahwa Malaysia menambah pasukannya ke Lahad Datu. Berita ini lagi-lagi tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Pihak Kesultanan Sulu yang diwakili oleh Abraham Idjirani mengatakan bahwa pasukan mereka masih bertahan di Sabah. Dia bahkan mengatakan telah berbicara dengan Kiram. “Kami telah berbicara dengannya. Dia masih sehat. Dia tidak terluka dan dia masih berjuang,” kata Idjirani dan mereka akan berjuang hingga mati syahid.

Mungkin inilah peringatan keras bagi Pemerintah Malaysia agar mereka tidak memandang rendah baik itu negara maupun suku lain dengan meremehkan perjanjian dan bertindak semena – mena seperti yang sering mereka lakukan yaitu mengklaim wilayah teritorial Indonesia dan kebudayaan Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga seharusnya bisa mencontoh tindakan Kesultanan Sulu yang walaupun tidak besar jumlah pasukannya tetapi dengan gagah berani memberi perlawanan terhadap Malaysia. Pemerintah Indonesia selama ini selalu dianggap rendah dan diremehkan oleh Malaysia namun tindakan Indonesia baik itu Pemerintah maupun DPR hanya mengirim protes lewat Nota Keberatan ke Pemerintah Malaysia, sekali – sekali kirim pasukan TNI kita untuk mensabotase beberapa daerah penting mereka agar mereka tahu kita bisa membalas perbuatan hina Malaysia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*