Pemeran Haji Muhidin Dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji

 Artis, Film

Pemeran Haji Muhidin Dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji – Anda tentu sudah pernah menonton sinetron ini, jika belum pernah silahkan baca terlebih dahulu Review Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series RCTI.

Haji Muhidin adalah salah satu tokoh utama dalam film tersebut selain Haji Sulam yang diperankan oleh Mat Solar. Tetapi apakah anda tahu siapa sebenarnya sosok orang yang memerankan Haji Muhidin dalam sinetron tukang bubur naik haji tersebut ?

Haji Muhidin

Haji Muhidin

Berikut ini adalah Profil Pemeran Haji Muhidin dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Latif Sitepu pria kelahiran tahun 1940 ini sebenarnya sudah lama terjun dalam dunia film di Indonesia. Dia sudah terjun dalam dunia hiburan sejak tahun 1962. Pria berumur 72 tahun ini mengaku sangat senang sekali bisa memerankan Haji Muhidin dalam sinetron tukang haji naik bubur.

Akibat dari memerankan tokoh Haji Muhidin tersebut dia mendapat cap sebagai tokoh yang antagonis tapi walau begitu tingkahnya yang kocak dan lucu sebagai Haji Muhidin menjadi salah satu kunci kesuksesan sinetron ini.

Ini adalah video salah satu akting Haji Muhidin dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Itulah sosok Pemeran Haji Muhidin Dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji semoga bermanfaat.

Author: 

Anhar Wahyu is The Founder of  Lintas Berita He is also Founder of Pusat Materi and WikiCaraPedia He started blogging in 2009 at Blog UMY. He stay at Yogyakarta, You can connect him via His Google+ account or Facebook.

18 Responses

  1. Maskur dulpatahApril 26, 2013 at 9:09 pmReply

    Saya suka filem TBNH.

  2. aryesApril 14, 2013 at 2:04 pmReply

    muhidin siaaaal loe y?cacat

  3. tyaApril 6, 2013 at 2:53 pmReply

    kalok aku suka nya sm kak citra kirana sm kak andi arsyil soalnya cucok buangett….
    hi..hi..hi..

  4. DEVIIApril 6, 2013 at 11:00 amReply

    Kak Andi Arsyil guanteng buanget sihhhhhh

  5. DEVIIApril 6, 2013 at 10:56 amReply

    “TBNH”emang top cer dehhh….:):)

  6. harisFebruary 18, 2013 at 1:35 pmReply

    klu bisa tayangnya di majukan lagi supaya nontonnya ga terlalu malam dong soalnya saya jujur penggemar h muhidin

  7. dededFebruary 18, 2013 at 11:44 amReply

    Setuju dengan pak Putranto. Jangan terlalu berlebihan untuk semua acting tokon sentral seperti HS dan HM.

  8. ela kusmiatiFebruary 13, 2013 at 3:21 pmReply

    oh iya haji muhidin itu harus mengalami fitnahan seperti keluarga sulam oleh tokoh baru yang muncul itu…..sayang yaa…haji sulam gak muncul lagi…..padahal tokoh utama…emak juga gak muncul lagi kemana sih…..cing nelan jangan terlalu baik dong lawan haji muhidin, hajah rodiah oke juga ya bisa melawan haji muhidin , jgn sabar terus2terusan….mali sama tarmidzi buat sadar juga dong…kasih makan anak istri kok pake uang hasil tipsani (tipu sana tipu sini)…..

  9. ela kusmiatiFebruary 13, 2013 at 3:16 pmReply

    saya pengen usul,haji muhidin mengalami perubahan perilaku dong…menjadi sadar….tentunya ada peristiwa dulu…setelah itu ada tokoh lain yang muncul dan memiliki sifat seperti haji muhidin tapi jgn terlalu berlebihan seperti haji muhidin lah…terus udah itu haji muhidin harus diberi pelajaran seperti yang dialami keluarga sulam yang sering difitnah dan didengki oleh haji muhidin supaya haji muhidin merasakan apa yang dirasakan keluarga sulam. Tetapi sebelum tobatnya haji muhidin harus ada yang berani melawan haji muhidin dan menganggapnya tidak pantas dipanggil haji…begitu dong…supaya cerita ceper beres kalau dipanjangin ceritanya begitu2 aja ya..bosen juga…gak kreatif…jadi boring lihatnya….mudah-mudah2an usul ini diterima…Oh iya..kalau mak enok…buat dia sadar juga dong….saya juga pengen sih kalau Riamah itu menikah dengan haji muhidin dan seteleh menikah itu haji muhidin berubah salah satunya berkat riamah….gimana ok kan….

  10. Achmad BJanuary 22, 2013 at 5:14 pmReply

    Creitanya sdh bingung, antara thema dan jalan cerita tidak nyambung tujuannya.
    Bagaimana hubungan kelompok cerita Robby ,kelompok cerita mak enok ,H .Sulam dlsb sudah tak relevan lagi.Adegan demi adegan membosankan, dialognya tak bermakna lagi. Gimana nih, cuma mengeksploitir konflik tanpa ujung, doang. Bosenin

  11. esti widatiJanuary 15, 2013 at 10:58 pmReply

    trus kalau terjadi konflik mau baku hantam, krn muhidin bikin ulah lawan mainnya, tangannya dipegangi semua orang sehingga gak pernah kena tonjok, sesekali yang megangi tangan lawan main h muhidin lepas trus kesrempet pukulan dikit, ttrus keliatan benjol ( dibikinlebay dikit benjolnya) …atau ya dibikin tobat pa gimanalah biar cerita seru tapi tdk membosankan

  12. esti widatiJanuary 15, 2013 at 10:49 pmReply

    bagi penulis cerita TBNH,..coba dech di evaluasi, lagi sehingga ceritanya tidak semakin jelek, coba diliat lagi seri2 pertama , kira2 apa yang membuat cerita segar, kalau sulit, yach di buat selesai, mulai awal cerita lain yang menghibur, dan segar, sbetulnya yang tidak enak ditonton cuman mak enok sama haji muhidin, terutama kalau dia mengeluarkan kata2 yang menyakitkan trus lawan mainnya cuman menghela napas panjang,..dan ini berulang- ulang,

  13. esti widatiJanuary 15, 2013 at 10:39 pmReply

    kalau boleh usul nih, h muhidin, mengalamai masalah yang bikin dia kapok, trus nyadar,.. mat solar tu kok malah gak keluar2, hajah rodiah tu mainnya realistis enak juga tu, …

  14. esti widatiJanuary 15, 2013 at 10:36 pmReply

    terlalu banyak haji muhidin ditonjolkan dalam cerita, mengurangi nilai hiburannya, karena bikin jengkel, dan ngga lucu tapi menyebalkan, tapi kalau sesekali keluar buat selingan yach jadi bumbulah tapi bumbu yang gak enak dipertontonkan terus padahal mulanya cerita ini selau saya tunggu karena agak lain dr sinetron biasanya, eh sekarang sami mawon alias sama aja

    semakin banyak h muhidin ditonjolkan dalam cerita, mengurangi nilai hiburan ,

  15. Sri MulyaniJanuary 15, 2013 at 6:24 pmReply

    Sy dan anak2 snng mnontn film ini krn slain kock bnyk kisah yg bs d diskusikn dan d petik sbg pljaran, trnyt org2 sprt H.Muhidin,cs itu ada wlau ga persis2 amt.

  16. RifkiJanuary 15, 2013 at 8:05 amReply

    Ngaco!!
    Masa Tukang haji Naik Bubur..!!!!!

  17. putrantoJanuary 7, 2013 at 10:32 amReply

    secara umum cerita maupun tokoh2 utamanya bagus, cuma ada kelakuan /sifat dari tokoh2 utama di sinetron tsb yg dibuat berlebihan dan tdk realistis lagi bisa ada di masyarakat. contoh: 1.Tokoh2 yang Sabar dibuat seolah kesabaranya tdk ada batas2nya ? (sdh kaya Nabi) 2.Tokoh2 yang punya sifat jahat/sirik dlsb, juga terlalu berlebihan apa mungkin warga sekampung sampai tdk ada yg berani melawan / dlm arti dg kekerasan (tdk mendidik) tapi bisa dg cara melawan dg kata2 atau diberi pelajaran lain ? jadi seolah-olah tokoh2 yg di jahatin spt orang bodoh walau ber-kali2
    dijahatin tidak ada upaya menghindar dlsb mungkin kalau bisa menghindar sutradara takut ceritanya jadi kurang/tidak menarik lagi ?? Wallahuallam.

Leave a Reply