Mobil Sang Petualang

Mobil Sang Petualang – Selamat datang para pembaca setia Lintas Berita, pada artikel kali ini saya akan membahas tentang sebuah mobil yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Mobil tersebut adalah Daihatsu Terios, mobil yang menjadi sahabat para petualang di Indonesia. Anda tentu akan bertanya – tanya kenapa Terios bisa menjadi mobil sahabat petualang. Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya kita melakukan flash back sedikit tentang Daihatsu.

Daihatsu memiliki sejarah yang sangat panjang dalam industri mobil di Indonesia. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengawali sejarahnya pada tahun 1973. Produk pertama dari Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia adalah Daihatsu Hijet S38. Mobil tersebut dipasarkan di Indonesia dari tahun 1972 hingga tahun 1978. Wah sudah lama sekali ya, orang tua ataupun kakak kita yang lahir pada tahun 1970-an pasti pernah naik kendaraan tersebut. Inilah penampilan Daihatsu Hijet S38 yang mulai dipasarkan sekitar tahun 1972 masih dalam bentuk CBU (Completely Built Up).

Daihatsu Hijet S38
Daihatsu Hijet S38

Setelah Hijet S38 Daihatsu mengeluarkan produk baru yaitu Daihatsu Hijet 55 Wide yang berkapasitas mesin 550 cc. Daihatsu secara terus menerus selalu melakukan pengembangan terhadap model – model kendaraannya. Setiap varian selalu dijual dalam 2 jenis yaitu minibus dan pick up. Daihatsu Hijet 55 wide sendiri mulai dipasarkan di Indonesia sejak tahun 1979 hingga tahun 1982. Model ini dirancang khusus untuk pasar Indonesia dan pada tahun 1979 pula Daihatsu meresmikan pabriknya di Indonesia.

Pada tahun 1983 dilakukan modifikasi pada desain eksterior dan interior, serta mesin yang ditingkatkan menjadi 1000 cc. Model hasil pengembangan ini diberi nama Daihatsu Hijet 1000. Kalau Daihatsu Hijet 1000 ini saya sendiri sudah sangat familiar, karena dulu orangtua saya juga memiliki Daihatsu Hijet 1000. Kelebihan dari kendaraan keluaran daihatsu adalah desain interior nya lebih luas dan terkenal sangat irit sekali.

Seiring dengan perjalanan waktu Daihatsu terus melakukan inovasi dan penyempurnaan terhadap desain maupun mesin kendaraannya, sehingga pada tahun 1986 lahirlah generasi pertama dari Daihatsu Zebra. Produk Daihatsu Zebra yang pertama tetap menggunakan mesin 1.000 cc baru pada tahun 1990 muncul generasi kedua dari daihatsu zebra dengan mesing 1.300 cc.

Pada tahun 1995, Daihatsu melakukan perubahan total pada bodi kendaraan jenis Zebra, penyempurnaan tersebut dilakukan pada bodi Daihatsu Zebra dengan badan struktur monokok, pintu dorong, dan kabin yang luas, sehingga diperoleh desain yang lebih modern dan diberi nama Daihatsu Espass S92 produk ini dikenal di masyarakat sebagai New Zebra. Pilihan pada mesin pun ada 2 yaitu mesin 1.300 cc dan mesin 1.600 cc

Tahun 2000 kembali nama Zebra digunakan hingga saat ini, tapi dengan penyempurnaan pada mesin dan penguatan pada struktur bodi. Meski bodi serupa dengan Espass, Daihatsu Zebra terakhir lebih dikenal dengan Neo Zebra dan Zebra Master. Mesin yang diusung juga bervariasi 1.300 cc dan 1.500 cc.

daihatsu zebra
daihatsu zebra

PT. Astra Daihatsu Motor didirikan melalui penggabungan 3 perusahaan, yaitu PT. Daihatsu Indonesia, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, dan PT. Nasional Astra Motor. Hingga saat ini PT ADM telah memiliki 4 pabrik di Indonesia yaitu pabrik pengepresan plat baja, mesin, pengecoran aluminium, dan perakitan.

Kapasitas produksi PT. Astra Daihatsu Motor saat ini telah mampu mencapai 211.000 unit per tahun. Produksi Daihatsu pada tahun 2005 telah mencapai 1 juta unit dan pada tahun 2010 telah mencapai 2 juta unit kendaraan. Sebuah peningkatan yang sangat signifikan sekaligus membuktikan bahwa produk dari Daihatsu memang memiliki tempat tersendiri di Indonesia.

Untuk lebih detailnya mari ikuti milestone PT Astra Daihatsu Motor di bawah ini.

  • 1973 – Astra mendapatkan hak untuk mengimpor kendaraan Daihatsu ke Indonesia
  • 1976 – PT. Astra International ditunjuk menjadi agen tunggal, importir dan distributor tunggal kendaraan Daihatsu di Indonesia.
  • 1978 – Pabrik pengepresan plat baja, PT. Daihatsu Indonesia didirikan sebagai perusahaan patungan PT. Astra International, Daihatsu Motor Co., Ltd dan Nichimen Corporation.
  • 1983 – Pabrik mesin, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia (DEMI) didirikan.
  • 1987 – PT. Nasional Astra Motor didirikan sebagai agen tunggal dan pengimpor kendaraan Daihatsu menggantikan posisi PT. Astra International.
  • 1992 – PT. Astra Daihatsu Motor didirikan melalui penggabungan 3 perusahaan, yaitu PT. Daihatsu Indonesia, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, dan PT. Nasional Astra Motor.
  • 1996 – Pabrik pengecoran aluminium dibangun di KIIC, Karawang, Jawa Barat.
  • 1998 – Pembelian pabrik perakitan dari PT. Gaya Motor, sejak saat itu ADM memiliki 4 pabrik, yaitu pabrik pengepresan plat baja, mesin, pengecoran aluminium, dan perakitan.
  • 2004 – Kolaborasi strategis Toyota – Daihatsu dicanangkan melalui peluncuran Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza di Indonesia.
  • 2005 – Produksi Daihatsu mencapai 1 juta unit kendaraan.
  • 2007 – Peningkatan kapasitas produksi menjadi 211.000 unit per tahun.
  • 2008 – Ekspor perdana Gran Max ke pasar Jepang.
  • 2009 – Daihatsu mencapai peringkat “Good Performance” dalam Indonesian Quality Award 2009 yang berbasis Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence.
  • 2010 – Produksi Daihatsu mencapai 2 juta unit kendaraan.
  • 2011 – ADM mencapai peringkat “Emerging Industry Leader” dalam Indonesia Quality Award 2011 yang berbasis Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence.
  • 2011 – ADM memperoleh “Gold Achievement Award”, merupakan “The Biggest Score Improvement” dalam Indonesian Quality Award 2011 yang berbasis Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence.
  • 2011 – ADM memperoleh “Astra Award 2011”
  • 2012 – Daihatsu memperoleh “Service Quality Award (SQA) 2012” dari Majalah Service Excellence dan Carre – Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL)
  • 2012 – Daihatsu memperoleh “World Class Quality Achievement (WQA) Award 2012 dari Majalah SWA dan PT. MARS Indonesia.

Melihat sejarah yang panjang tersebut tidak diragukan lagi, Daihatsu telah lama menemani keluarga di Indonesia dalam melakukan berbagai aktivitas. Dengan segala pengalamannya tersebut sudah sangat layak apabila Daihatsu kita sebut sebagai Mobil Sang Petualang.

Kembali ke tema tulisan saya yaitu Mobil Sang Petualang, Daihatsu baru- baru ini telah sukses mengadakan sebuah perjalanan petualangan dengan produk terbarunya yaitu Daihatsu Terios. Perjalanan tersebut diberi nama “Terios 7 Wonders ( sumatera coffe paradise )” . Sebuah perjalanan yang  dimulai dari Jakarta hingga titik Nol Indonesia yaitu Sabang di ujung barat pulau Sumatera. Dalam perjalanan tersebut digunakan 3 unit kendaraan Daihatsu Terios yaitu Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT.

Perjalanan direncanakan akan selesai dalam 15 hari kedepan dengan menempuh jarak sekitar 3.657 km. Saya yakin perjalanan tersebut dapat diselesaikan oleh tim Daihatsu Terios 7 Wonders karena Terios memiliki 7 Wonders atau 7 Keajaiban yang melengkapi petualangan dari Sahabat Petualang.

7 Wonders yang membuat Terios tangguh menaklukan Sumatera Coffee Paradise yaitu :

1. The Only 7-Seater SUV
Terios adalah satu-satunya SUV yang memiliki 7 tempat duduk, sehingga Sahabat Petualang dapat mengajak seluruh anggota keluarga, teman, atau komunitas untuk berpetualang bersama. Bahkan Terios bisa menjadi kendaraan handal untuk mudik nanti.

2. Easy Access Entertaiment
Dilengkapi dengan Steering Wheel with Audio Switch yang mempermudah Sahabat Petualang mengendalikan Audio yang ada.

3. Tough Style
Macho styling dengan desain front bumper dan Rear Bumper yang lebih kokoh dan aerodinamis. Selain itu, Stylish 16″ Alloywheel membuat Terios semakin terlihat Macho.

4. City Cruiser -High Ground Clereance
Dengan tinggi yang mampu berkapasitas 7 orang, sehingga mampu menghadapi rintangan di depan dengan handal.

5. Easy Handling
Petualangan pasti penuh tantangan dan rintangan, sedangkan Sahabat Petualang tidak dapat menebak apa yang ada di depan. Terios dilengkapi dengan EPS (Electric Power Steering) yang membuat Sahabat petualang mudah mengendalikan setir dan menghemat bahan bakar.

6. Optimal Comfort
Mac Pherson Struts adalah Sebuah sistem suspensi yang menggabungkan koil spring dan shock absorber dan diikat dengan knuckle. Kenyamanan Sahabat Petualang sangat terjamin dalam situasi jalan apapun.

7. Excellent Strenght
Reliable Engine 1.5 DOHC VVT-i. (VVT-i) Variable Valve Timing Intelegent adalah adalah teknologi yang mengatur sudut camshaft secara dinamis agar dapat menyesuaikan dengan putaran mesin, sehingga meningkatkan tenaga mesin, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan/emisi bersih.

Dalam perjalanan tersebut ketangguhan serta kekuatan Daihatsu Terios benar – benar sangat diuji, bervariasinya medan jalan yang dilalui dan perubahan cuaca yang tidak menentu merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Daihatsu Terios. Berikut ini Lintas Berita akan ceritakan kisah perjalanan Tim Daihatsu Terios 7 Wonders dari awal perjalanan yaitu Jakarta hingga garis finish di Sabang.

Kisah perjalanan Tim Terios 7 Wonders dimulai pada tanggal 10 Oktober 2012, tim tersebut terdiri dari 10 orang dengan mengendarai 3 unit Daihatsu Terios TX-AT (2 unit) dan Terios MT (1 unit). Tim tersebut terdiri dari Tunggul Birawa (leader), Insuhendang, Bimo S Soeryadi, Ismail Ashland, Aseri, Toni, Arizona Sudiro, Endi Supriatna, Enuh Witarsa, David Setyawan (ADM). 

Perjalanan tersebut memiliki sebuah misi utama yaitu ingin membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki keindahan alam yang tiada duanya, terutama di pulau sumatera. Kekayaan alam pulau sumatera yang terkenal akan kenikmatan kopinya yang sudah mendunia menjadi tujuan utama dalam perjalanan tersebut. Tim Terios 7 Wonders akan mengeksplorasi tujuh spot produsen kopi yang terdapat di pulau sumatera.

Pelepasan / pemberangkatan tim dilakukan oleh Ibu Amelia Tjandra Marketing Director PT ADM, selain mengeksplorasi keindahan alam pulau sumatera, Tim Terios 7 Wonders juga akan melakukan kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility ) dengan memberikan bantuan kepada Posyandu binaan serta memberikan bantuan kepada UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) diwilayah Bengkulu dan Medan. Dan perjalanan ini merupakan bentuk uji performa Daihatsu Terios dengan beragam medan jalan yang memang sesuai dengan peruntukan Daihatsu Terios sebagai SUV sejati, hal ini sejalan dengan kampanye kami, Daihatsu Terios, Sahabat Petualang,””ujar Amelia Tjandra Marketing Director PT ADM pada saat pelepasan Tim Terios 7 Wonders.

Pelepasan Keberangkatan Tim Terios 7 Wonder oleh Ibu Amelia Tjandra Marketing Director PT ADM

 

Setelah dilepas secara resmi di VLC ( Vehicle Logistic Center ) serta melakukan berbagai macam persiapan akhirnya tim tersebut berangkat pada 10 Oktober 2012 pukul 23.00 WIB. Tujuan pertamanya Liwa di Provinsi Lampung. Liwa adalah ibukota Kabupaten Lampung Barat terletak di pegunungan dengan hawa yang sejuk dan panorama yang indah. Sejak dulu, Liwa terkenal sebagai tempat pemukiman yang menyenangkan, aman, dan damai bagi semua orang. Orang Belanda di masa Kolonial dahulu pun memanfaatkan kota ini sebagai tempat berlibur, beristirahat, dan bersantai.

Perjalanan dari Jakarta menuju Liwa berjarak sekitar 500 km. Rute perjalanan menuju liwa yang berkelok – kelok dan banyak tikungan pendek menjadi ujian tersendiri bagi tim tersebut. Namun semua itu terbayar lunas setelah tim sampai di tempat tujuan. Tim disuguhi dengan pemandangan alam yang indah serta sajian kopi khas Liwa Lampung Barat.

Jakarta – Liwa, Lampung Barat
Perjalanan Jakarta – Liwa

Tim Terios 7 Wonders tiba di kota Liwa sekitar pukul 5 sore 11 Oktober 2012. Mereka menginap semalam di tepian danau ranau yang berjarak sekitar 25 km dari kota Liwa. Disinilah mereka akan mengeksplorasi pengolahan kopi di Liwa yang terkenal hingga mancanegara tersebut. Tim tersebut melihat secara langsung pengolahan kopi khas Liwa sejak dari awal proses hingga menjadi kopi yang siap dikonsumsi.

Proses Pemilahan Biji Kopi

 

Perkebunan Kopi

 

Keindahan Danau Ranau

Setelah puas mengeksplorasi Liwa Lampung Barat tim pun akhirnya bergerak untuk terus melakukan perjalanannya. Tujuan selanjutnya dari tim ini adalah Lahat Sumatera Selatan yang berjarak sekitar 309 km dari Danau Ranau. Lahat adalah merupakan kota tertua di Sumatera Selatan. Disini banyak ditemukan peninggalan sejak zaman Belanda maupun peninggalan dari zaman megalitik.

Liwa, Lampung Barat – Lahat, Sumatera Selatan

Perjalanan dari Liwa menuju Lahat bisa dibilang tanpa kendala yang berarti, perjalanan mulus sesuai dengan rencana tim. Sesampainya di kota Lahat tim Terios 7 Wonders ( sumatera coffe paradise ) mendapat sambutan istimewa dari Bupati Lahat yaitu H Saifudin Aswari Riva’i SE. Beliau secara khusus menyambut tim Terios 7 Wonders dan merasa sangat bangga karena Lahat menjadi salah satu tujuan dari perjalanan tim ini. Dengan kedatangan tim ini beliau berharap akan semakin meningkatkan semangat para petani kopi didaerahnya.

Menikmati Kopi bersama Bupati Lahat

Tim Terios 7 Wonders juga berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan kopi di Lahat. Mereka menuju langsung ke tempat pembuatan kopi Lahat. Disana tim melihat secara langsung proses pengolahan biji kopi hingga akhirnya kopi tersebut sudah jadi dalam bentuk kemasan.

Tim Menuju Usaha Rumahan Pembuat Kopi Lahat
Proses Penghalusan Kopi
Kopi Lahat dalam Kemasan Siap Jual

Akhirnya setelah puas berkeliling menikmati kota Lahat, tim pun segera bergerak untuk menuju  persinggahan berikutnya yaitu kota Pagaralam. Sebelum berangkat tim melakukan persiapan dan pengecekan terhadap kendaraan, dan ternyata Daihatsu Terios ini masih sangat fit serta tidak ada kendala yang berarti pada kendaraan Daihatsu Terios.

Perjalanan menuju kota Pagaralam yang berkelok – kelok dan sedikit bergelombang memang sangat menguji ketangguhan Daihatsu Terios, dan walaupun dengan jalan yang berkelok – kelok disertai dengan tanjakan serta tikungan yang curam Daihatsu Terios mampu melewati semua jalan tersebut tanpa kendala yang berarti. Daihatsu Terios memang sanggup diajak berakselerasi di segala medan jalan.

Lahat – Pagar Alam
Perbukitan Menuju Pagar Alam

Di Pagar Alam ini pula Daihatsu Terios sedikit diuji untuk melalui medan non aspal, hal tersebut terjadi pada saat tim melewati langsung perkebunan kopi yang ada di Pagar Alam. Walaupun jalanan yang dilalui adalah tanah tetapi Daihatsu Terios tanpa susah payah dapat melewatinya.

Daihatsu Terios Melewati Perkebunan Kopi
Kawasan Pagar Alam

Di Pagar Alam inilah ketangguhan Daihatsu Terios diuji, jalanan yang banjir serta belum diaspal menjadi tantangan tersendiri. Tetapi dengan ketangguhannya Daihatsu Terios mampu melewati semua rintangan tersebut tanpa kendala yang berarti. Lagi – lagi disini dibuktikan betapa tangguhnya Daihatsu Terios dalam melewati segala jenis medan jalan.

Tim juga melihat langsung sentra pembuatan kopi di Pagar Alam. Selain melihat proses pembuatan kopi, tim juga melihat secara langsung pemetikan kopi yang dilakukan oleh petani kopi di Pagar Alam. Sungguh suasana yang tidak mungkin akan ditemui di kota – kota besar di Jawa apalagi di Jakarta.

Petani Kopi Pagar Alam

Tujuan berikutnya setelah Pagar Alam adalah Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi). Di kabupaten ini kopi merupakan komoditas andalan. Untuk menuju Kabupaten Empat Lawang jalan yang dilalui sedikit sempit disertai dengan banyaknya tikungan. Namun hal itu bukan masalah yang berarti bagi tim Daihatsu Terios. Di Kabupaten Empat Lawang tim menginap di rumah dinas Bupati. Tak jauh dari rumah dinas tersebut tim langsung menemui salah seorang pemilik pengolahan kopi, dia mengatakan kopi di Kabupaten Empat Lawang merupakan hasil percampuran kopi Arabica dan kopi Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica.

Pengolahan Kopi di Empat Lawang

Tim 7 Wonders kembali melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya. Tim bergerak menuju salah satu perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Empat Lawang tepatnya di daerah Talang Padang, ditempat tersebut tim sempat berbincang – bincang secara langsung dengan para petani kopi disana. Setelah dari Desa Talang Padang rombongan tim langsung bergerak menuju ke Curup – salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang. Jalanan yang naik turun, sepi dan sempit menghiasi sepanjang perjalanan menuju Curup, dikanan kiri jalan terlihat pemandangan alam yang sangat indah ditambah suasana yang memang sejuk membuat rasa capek pada setiap anggota tim menjadi terobati.

Jalanan aspal yang tidak begitu mulus menjadi kendala tersendiri, berkali – kali Daihatsu Terios terperosok ke lubang jalan aspal tetapi hal tersebut bukan merupakan masalah yang berarti, dengan ketangguhan suspensi yang dimiliki Daihatsu Terios jalan berlubang tersebut seperti tidak terasa dan para penumpang tetap merasa nyaman didalam kendaraan. Apalagi ditunjang dengan mesin berkapasitas 1.500 cc membuat Terios tidak kesulitan melahap tanjakan – tanjakan terjal selama perjalanan tersebut.

Tim Daihatsu Terios 7 Wonders pun akhirnya tiba di Bengkulu, disini tim akan melakukan kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility ) dengan memberikan bantuan kepada Lima Posyandu dan UKM didaerah Bengkulu. Hal tersebut merupakan wujud perhatian Daihatsu terhadap kesehatan lingkungan dan peningkatan ekonomi kecil dan menengah.

Selama di Bengkulu tim juga mengunjungi beberapa obyek wisata yang terkenal seperti rumah Bung Karno, Rumah Ibu Fatmawati dan Pantai Panjang Bengkulu. Setelah mengunjungi beberapa obyek wisata tersebut tim bersiap – siap untuk melakukan perjalan kembali ke Bukit Tinggi.

Penyerahan Bantuan ke Posyandu
Press Conference Terios 7 Wonders-CSR Bengkulu
Rumah Ibu Fatmawati Soekarno

Perjalanan pun di lanjutkan kembali, kota tujuan berikutnya adalah Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Perjalanan dari Bengkulu menuju Bukit Tinggi ini memang akan sangat menguras tenaga tim maupun tiga Daihatsu Terios yang digunakan. Jarak dari Bengkulu hingga Bukit Tinggi adalah 617 km, berbeda dengan perjalanan sebelumnya kalau selama ini perjalanan lebih banyak didaerah pegunungan dan hutan tetapi perjalan kali ini akan lebih banyak dihabiskan di jalur pantai yang tentu saja cuacanya sangat panas.

Perjalanan menuju Bukit Tinggi

Meskipun kendaraan dipacu secara nonstop selama perjalanan tetapi performa Daihatsu Terios tetap prima, tidak ada masalah maupun kerusakan yang dialami oleh ketiga Daihatsu Terios tersebut. Padahal waktu tempuh dari Bengkulu ke Bukit Tinggi adalah 18 jam perjalanan. Di Bukit Tinggi ini tim akan beristirahat selama satu malam sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Mandailing (Mandheling) Natal.

Tim terus melajukan Daihatsu Terios mereka ke daerah Pasaman. Di sana sudah menunggu seorang sahabat bersama Daihatsu Taft pikapnya. Begitu tim sampai dia segera menyambut dan langsung mengajak untuk bergerak menuju Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud.

Sahabat itu bercerita kalau di desa tersebut masih banyak ditemui perkebunan kopi yang berumur puluhan tahun. Jika menilik sejarah, kopi Arabica pertama kali masuk Indonesia pada 1699 oleh Belanda dan ditanam di daerah Mandheling Natal, di Desa Pakantan.

Nama Desa Simpang Banyak Jae Ulu Pulud memang tidak disebutkan. Tapi bisa jadi ini juga salah satu pusatnya. Mengingat masih dalam satu wilayah dan juga berada di ketinggian 1.200 m dpl.

Dari Pasaman, tim masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 25 Km dan masuk kembali ke arah pedalaman. Jalannya beraspal namun lumayan sempit. Kalau berpapasan harus berjalan pelan agar ban tak kejeblos dengan tanah.

Desa yang berada di lembah di antara dua bukit ini seperti desa yang hilang. Jika jalanan yang dilalui bukan aspal tapi jalan tanah pasti akan terasa sekali suasana jauh dari peradaban. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat membutuhkan ketelitian dari pengemudi. Apalagi semakin masuk ke dalam menuju Desa Ulu Pungud sinyal handphone (HP) langsung hilang juga. Hal tersebut seperti membuat tim berada di sebuah daerah asing yang sangat terpencil sekali.

Di desa ini tumbuh dua jenis tanaman kopi, Arabica dan Robusta. Pohon Arabica memiliki daun lebih kecil tapi penampangnya lebih tinggi. Dari desa ini tim diajak untuk masuk lagi ke dalam menuju desa paling ujung.

Jalan aspal sudah habis dan berganti jalanan makadam dan tanah. Hujan deras yang sempat turun membuat tanah jadi becek. Ground clearence Terios teruji dan tak mudah mentok tetapi performa girboks matik dan juga mesin 1.500 vvti-nya tetap terasa prima. Walaupun diajak untuk melahap jalanan tanah Daihatsu Terios tetap oke banget. Benar-benar mobil sahabat petualang!

Hari ini tim masuk penginapan di Mandheling Natal sekitar pukul 9 malam. Tim beristirahat untuk melanjutkan petualangan keesokan harinya, sambil menikmati segeles kopi dari gelas batok khas Mandheling Natal.

Menikmati Kopi dari Gelas Batok

 

Fajar pagi telah muncul di Mandailing Natal, hal tersebut merupakan pertanda bahwa perjalanan tim akan segera dilanjutkan. Tim memulai perjalanan dari penginapan di Mandailing Natal tepat pukul 08.00 pagi. Cuaca yang cukup cerah membuat perjalanan kali ini terasa lebih menyenangkan. Apalagi sehari sebelumnya tanpa sengaja tim melalui pengalaman seru dan menyenangkan yaitu menikmati rute light off-road ketika mengeksplorasi kebun kopi di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud – Mandailing Natal.

Perjalanan ke medan akan menempuh jarak sekitar 764 km, tidak banyak kegiatan yang dilakukan oleh tim Daihatsu 7 Wonders, mereka ingin menyimpan tenaga untuk kegiatan di medan keesokan harinya. Di Medan tim akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Jalanan sepanjang Mandailing Natal–Tarutung kondisinya tak stabil. Sebagian mulus sebagian lagi rusak parah karena perbaikan jalan yang belum juga selesai. Untunglah bekas jembatan yang putus karena banjir bandang sudah diperbaiki.

Kerusakan jalan ini membuat perjalanan agak terhambat. Jalanan tanah berbatu lagi-lagi menguji ketangguhan suspensi Terios. Ternyata meski sudah berkali-kali ‘dihajar’ jalanan jelek, suspensi Terios yang dikendarai tim tetap oke. Mengagumkan !

Perjalanan menuju Medan

Perjalanan panjang tim Daihatsu Terios 7 Wonders sudah mencapai separuh lebih dari rute yang direncanakan. Di kota ini rombongan singgah dua malam. Selain untuk memulihkan stamina setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, tim juga melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini disinergikan dengan program CSR PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Agendanya sama seperti di Bengkulu kemarin, penyerahan bantuan ke beberapa Posyandu dan UMKM. Untuk di Medan ini acaranya dilakukan di dealer Daihatsu, Jalan Sisingamangaraja No. 170, Medan.

Selain itu, tim melakukan pengecekan dan perbaikan pada 3 Daihatsu Terios yang menemani selama perjalanan tim 7 Wonders. Pengecekan dilakukan di main dealer Daihatsu Medan. Kondisi kekencangan baut-baut dan juga pengereman dicek kembali.

Menurut para mekanik yang menangani semua masih dalam kondisi baik. Tidak ada kerusakan yang terlalu berarti. Setelah melakukan pengecekan tersebut Daihatsu Terios tim 7 Wonders siap melakukan perjalanan menuju Aceh yang dipastikan rutenya pun akan penuh dengan tantangan.

Penyerahan Bantuan UMKM Medan
General Check Up Terios di AI DSO Medan

Perjalanan tim 7 Wonders sudah hampir mendekati garis finish, tim tidak akan lama lagi akan menyambangi provinsi di paling ujung barat Indonesia yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Perjalanan kali ini terasa agak berbeda karena ada tambahan anggota tim baru yaitu Rokky Irvayandi dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Head Office, Jakarta. Welcome a board Bro! Jika sebelumnya Terios berisi 10 orang kali ini menjadi 11 orang.

Kondisi jalan dari Medan menuju Langsa yang bisa dibilang mulus semakin memperlancar perjalanan tim ini. Jarak tempuh sekitar 200 km pun tak terasa jauh. Hingga akhirnya tim masuk kota Sabang sekitar pukul 18.30 WIB.

Hal yang pertama tim lakukan disana adalah mencari tempat untuk makan malam, maklumlah perut akan terasa lapar apalagi setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Untuk mendapatkan suasana yang khas Aceh kami sempatkan minum kopi dan makan malam di dekat alun-alun Langsa. Ketika menikmati hidangan sate matang dan martabak Aceh, dr. Marlunglung Purba atau biasa disapa Lung Lung ikut bergabung.

Lung Lung adalah seorang dokter muda asal medan yang bertugas di RSUD Langsa, Wah kebetulan! Salah satu personil 7Wonders menderita sakit batuk yang selama di perjalanan. Dr. Lung Lung pun mengajak Toni untuk diperiksa ke RSUD. Setelah diperiksa akhirnya Toni mendapatkan suntikan dan resep obat.

Usai makan malam, kami putuskan untuk segera istirahat. Mengingat besok pagi jarak Langsa – Takengon lumayan jauh. Agar semua agenda bisa berjalan lancar kami harus berangkat pagi-pagi.

Perjalanan menuju Langsa
Makan Malam sambil menikmati Kopi

Kota Takengon adalah persinggahan terakhir tim 7 Wonders dalam mengeksplorasi tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera. Tim berangkat dari Langsa pukul 7 pagi. Jarak antara Langsa – Takengon sendiri cukup jauh sekitar 334,6 km. Perjalanan cukup lancar selain lalu lintas tak terlalu padat kondisi jalan raya juga cukup bagus.

Tim memasuki kota Takengon dengan berkonvoi bersamaan saat azan maghrib berkumandang. Bambang, salah satu penggemar 4×4 dari Takengon yang ternyata juga pengusaha kopi Gayo, mengajak mampir ke gudang dan laboratorium kopi miliknya. Usaha yang dijalankan secara kekeluargaan dan berlangsung secara turun menurun ini ternyata berkembang pesat.

Kopi Gayo sendiri merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Hebatnya lagi kopi yang diproduksi Bambang sudah merambah ke Eropa Timur dan juga Amerika. Selain kopi Gayo Blendeed ada juga kopi dari Luwak liar yang sekarang mulai ramai digemari banyak orang.

Cara menikmati kopi luwak ternyata butuh trik khusus agar lebih nikmat. Air yang digunakan harus benar-benar mendidih. Dibutuhkan alat yang bernama ekspresso (berguna untuk menyaring kopi sekaligus menurunkan kadar keasamannya) sehingga kopi tak terasa tajam di perut ketika diminum.

Perjalanan Menuju Takengon

Menuju Garis Finish

Sebelum meninggalkan kota Takengon menuju Banda Aceh, tim 7 Wondersmenyempatkan diri menikmati makan siang menu khas Gayo dan juga belanja souvenir khas Gayo. Rute perjalanan sama ketika tim datang dari Bireun. Hanya saja ketika sampai di Bireun tim langsung berbelok ke kiri dan mengambil arah ke Banda Aceh.

Jalanan menuju Banda Aceh lumayan lebar dan mulus sehingga perjalanan terasa sangat menyenangkan. Tim akhirnya masuk di hotel pukul 23.30 WIB. Karena besok paginya harus menyeberang ke Sabang maka semua barang harus dipaking saat ini juga.

Setelah beristirahat semalam di Banda Aceh, pagi-pagi tim segera bergegas menuju pelabuhan ferry Ulee Lheue, karena dari informasi jadwal kapal ke Sabang agak ajaib. Bisa dipercepat jika penumpangnya padat. Kebetulan perjalanan ini mendekati hari raya Idul Adha atau Lebaran Haji. Banyak penduduk Aceh yang pulang kampung. Dari Sabang ke Banda Aceh atau sebaliknya Banda Aceh ke Sabang.

Benar saja meski sebenarnya jadwal kapal ke Sabang baru pukul 11.00 WIB, namun pukul 09.00 sudah ada pengumuman kapal akan segera diberangkatkan. Kapal feri yang ditumpangi tim 7 Wonders tidaklah terlalu besar hanya berkapasitas maksimal 30 kendaraan.

Sampai di pelabuhan ferry Balohan, Sabang sekitar pukul 11 siang. Tim segera menuju kota Sabang. Dari kota Sabang, tanpa menunggu waktu lama 3 Terios langsung dibawa menuju tujuan akhir perjalanan panjang ini, tugu “Nol” kilometer.

Akhirnya tiga unit Daihatsu Terios (2 matik dan 1 manual) berhasil tim 7 Wonders bawa mencapai titik “Nol” kilometer di ujung pulau Weh, Provinsi Aceh Nanggroe Darussalam pada pukul 12.48 WIB. Perjalanan yang penuh pengalaman menarik selama 15 hari yang dimulai dari VLC Sunter Jakarta dengan total jarak 3.657 km berakhir sudah.

Tugu Nol Kilometer di Sabang Pulau Weh

Dengan berakhirnya perjalanan tersebut, tim telah sukses mengeksplorasi kekayaan alam di pulau sumatera terutama sentra – sentra produsen kopi yang ada di pulau Sumatera. Selain itu terbukti pula bahwa performa Daihatsu Terios sangat tangguh melibas segala rute jalan yang telah dilalui dimulai dari Jakarta hingga Sabang di ujung barat Indonesia.

Suksesnya perjalanan Tim Daihatsu 7 Wonders ( sumatera coffe paradise ) pasti menimbulkan decak kagum bagi para pembaca setia Blog Lintas Berita. Tentu saja semua itu bisa terjadi karena ketangguhan kendaraan yang digunakan yaitu Daihatsu Terios.

Bagi para pembaca yang penasaran tentang spesifikasi lengkap tentang Daihatsu Terios ini saya akan menjelaskannya secara ringkas kepada para pembaca setia semua tentang spesifikasi Daihatsu Terios yang digunakan dalam perjalanan ini.

Spesifikasi Daihatsu Terios yang saya kutip langsung dari http://daihatsu.co.id

SPECIFICATION TS TX
A/T M/T A/T M/T
DIMENSI
Panjang x Lebarx Tinggi keseluruhan (mm) 4385x1695x1695 4425x1695x1740
Jarak sumbu roda (mm) 2685
Jarak pijak roda depan/belakang (mm) 1445/1460
Tinggi dari tanah (mm) 200
BERAT
Berat kosong/Total Kendaraan (kg) 1160×1615 1135×1590 1175×1590 1165×1590
KAPASITAS TEMPAT DUDUK 7
PERFORMA
Radius putar minimum (m) 5.3
MESIN
Tipe 3SZ-VE DOHC VVT-i Berpendingin air
Kapasitas silinder (cc) 1495
Jumlah katup 16
Diameter x langkah (mm) 72.0 x 91.8
Tenaga maksimum (ps/rpm) 109/6000
Torsi maksimum (kg – Nm/rpm) 14.4/4.400
Sistem bahan bakar EFI (Electronic Fuel Injection)
Jenis bahan bakar Bensin Tanpa Timbal
Kapasitas tangki bahan bakar (Liter) 45
TRANSMISI
Tipe Otomatis, 4 kecepatan maju Manual, 5 kecepatan maju Otomatis, 4 kecepatan maju Manual, 5 kecepatan maju
Perbandingan gigi I: 2,731 I:3,769 I: 2,731 I: 3,796
II: 1,526 II:2,045 II: 1,526 II: 2,045
III: 1,000 III: 1,376 III: 1,000 III: 1,376
IV: 0,696 IV: 1,000 IV: 0,696 IV: 1,000
V: 0,838 V: 0,838
R: 2,290 R: 4,128 R: 2,290 R: 4,128
Rasio gigi akhir 5.857 5.571 5.857 5.571
SISTEM KEMUDI
Tipe Rack & Finion dengan Electric Power Steering
REM
Depan / Belakang / Rem Parkir cakram (disc) dengan booster drum,leading & trailing
SUSPENSI
Depan MacPherson Strut tanpa per keong & stabilizer
Belakang 5-link, rigid-axle dengan per keong
BAN
Ukuran 215/65 R16
Tipe Alloy Wheel

Kelebihan dari Daihatsu Terios :

  • Memiliki Ground Clearence yang tinggi ( High Ground Clearence )
  • Kabin yang luas yang dapat memuat hingga 7 orang
  • EPS atau Electric Power Steering pada sistem kemudinya
  • Bengkel tersebar luas di seluruh Indonesia.
  • Penggunaan Bahan Bakar lebih irit.
  • Desain tampilan yang menawan dan stylish.

Jangan lupa lihat juga video tentang Daihatsu Terios berikut ini :

Berikut ini adalah daftar harga Daihatsu Terios

No Model Variant Price
1 TERIOS TS MT MC 160.000.000
2 TERIOS TS MT MC + XTRA 171.700.000
3 TERIOS TS AT MC 173.800.000
4 TERIOS TS AT MC + XTRA 176.800.000
5 TERIOS TX MT MC 189.000.000
6 TERIOS TX MT MC ADVENTURE 199.300.000
7 TERIOS TX AT MC 200.100.000
8 TERIOS TX AT MC ADVENTURE 211.900.000

 

Jadi bagi anda yang memiliki jiwa petualang Daihatsu Terios adalah pilihan yang paling tepat dan terbaik dalam menemani setiap petualangan yang akan anda lakukan. Jangan ragu untuk memilih Daihatsu Terios karena memang ketangguhan kendaraan ini telah teruji secara langsung dalam perjalanan Daihatsu Terios 7 Wonders ( sumatera coffe paradise ).

Saya secara pribadi juga mengucapkan selamat kepada Tim Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah sukses melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Sabang serta telah mengeksplorasi keindahan alam di Pulau Sumatera.

Ditunggu cerita dari perjalanan selanjutnya di daerah lain di Indonesia !

Sukses selalu buat Daihatsu.

sumber / referensi :
http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/
http://www.daihatsu.co.id/

 

Facebook Comments

Artikel Lainnya

Lomba Penulisan “Bahasa Indonesia dan Kita” at Kom... Menyambut datangnya Bulan Bahasa ( Oktober 2012 ) Kompasiana sebagai salah satu media bersama warga Indonesia mengajak seluruh warga Indonesia untuk i...
Kick Andy at UMY Kick Andy Ayo Saksikan acara Kick Andy off air di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Free Tiket alias Gratis.s.s.s.
Secondhand Serenade Live in Concert at Malang Second Hand Live in Concert at Malang Sebelum mengadakan Live in Concert at UMY Yogyakarta Secondhand Serenade juga mengadakan Live Concert di kota M...
Musikal Laskar Pelangi Musikal Laskar Pelangi Audisi Musikal Laskar Pelangi Goes To Jogja AUDISI TERBUKA JADILAH BAGIAN DARI SEBUAH PERTUNJUKAN BESAR MUSIKAL LASKAR PELA...
Lowongan Kerja Staff IT BSI UMY Lowongan Kerja Staff IT BSI UMY Dibutuhkan 7 (tujuh) Orang Staff IT untuk bekerja di Biro Sistem Informasi UMY. Persyaratan Umum: Latar Belakang...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*