Kumpulan Foto Perang Suku Lampung vs Bali Oktober 2012

 Info, Lifestyle, Opini

Kumpulan Foto Perang Suku Lampung vs Bali Oktober 2012 – Tragedi yang mengerikan itulah kata yang bisa mengungkapkan tentang kejadian yang terjadi di Lampung Selatan. Perang antar suku tersebut sebenarnya hanya berawal dari masalah yang sepele. Lalu kenapa bisa menjadi besar ? Jawabannya adalah ”Provokator ” Merekalah pangkal masalahnya ! ”Bermula dari insiden lalu lintas, dikemas jadi isu pelecehan seksual, ujungnya disulut menjadi konflik SARA!”

Tapi provokator cuma menyulut sumbu bom konflik SARA yang sudah siap meledak di daerah tersebut. Sumbunya pendek pula, hingga gagal diatasi polisi dan tokoh masyarakat setempat. Berikut ini adalah Kumpulan Foto Perang Suku Lampung vs Bali Oktober 2012 yang Lintas Berita kumpulkan dari berbagai sumber :

Polisi dari Polda Lampung diturunkan untuk mengamankan daerah konflik

 

Massa bergerak menuju Desa Balinuraga

 

Massa berada di Desa Balinuraga

 

Polisi menghalau massa yang mencoba menerobos penjagaan polisi

 

massa bergerak di desa balinuraga dan membakar rumah – rumah disana

 

aparat keamanan berpatroli di desa balinuraga

 

Warga Balinuraga Kecamatan Waypanji Lampung Selatan mengungsi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bandarlampung

 

Itulah beberapa foto yang saya kumpulan dari berbagai sumber tentang kejadian yang sedang terjadi di Lampung Selatan. Semoga ini adalah kejadian yang terakhir dan untuk kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi di masa mendatang.

Berikut ini adalah foto korban jiwa yang meninggal dunia. Maaf sebelumnya jika Foto – foto dibawah ini agak kurang pantas .

Saya tidak memiliki maksud apa – apa untuk mengupload foto – foto ini, saya hanya bermaksud agar semua pihak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi di Lampung Selatan yang terjadi disana adalah sebuah pembantaian yang sangat kejam.

Seharusnya jika pemerintah dapat bertindak dengan cepat dalam menangani akar masalah di sana tentu tidak akan ada korban jiwa seperti saat ini.

Mugkin diantara pembaca semua selama ini ada yang berteriak – teriak membicarakan Kedamaian di Palestina, berteriak – teriak tentang pembantaian Muslim di Rohingya, berteriak tentang Hak Asasi Manusia !!! Tetapi KEMANA TERIAKAN LANTANG ITU SEMUA ????

Walau bagaimanapun mereka adalah tetap saudara kita, saudara sebangsa dan setanah air kita !! Sudah demikian parahkan Negeri kita Indonesia ini ?? Negeri yang memiliki dan menjunjung adat timur yang katanya sopan dan ramah ?? Benar – benar tidak memiliki rasa keprimanusiaan sama sekali.

Kalau waktu itu kita berbicara tentang pembantaian Umat Islam Rohingya oleh pemerintah myanmar / umat buddha.

Maka sekarang kitalah yang sedang dibicarakan mereka semua, Indonesia yang mayoritas Islam membantai Suku Bali yang mayoritas Hindu.

 

Author: 

Anhar Wahyu is The Founder of  Lintas Berita He is also Founder of Pusat Materi and WikiCaraPedia He started blogging in 2009 at Blog UMY. He stay at Yogyakarta, You can connect him via His Google+ account or Facebook.

12 Responses

  1. Penjahat kejahatanJanuary 8, 2014 at 3:22 amReply

    mengapa tidak lapor polisi saat pertikaian diawal, kenapa malah menyelesaikan dengan puluhan ribu masa” itulah yang menjadikan problem ini menjadi kelas tinggi dan mengesankan responsiv mental masyarakat kita masih lemah yang membuat kita semakin tertinggal oleh kemajuan jaman, ide, kreativitas, moral dan etika.
    ini seperti membayangkan berada difilm kolosal, dengan adegan berkuda sambil membawa pedang celurit dan memakai ikat kepala ala film jaman tahun 70-an. WHY WE FORGET THE POLICE”-
    Dan saya berharap dimasa depan disela2 dunia kian berkembang dan sangat komplek untuk mendambakan perdamian.Para jenius ilmuwan bisa menemukan formula medis semacam faksin atau obat yang dapat merubah zel2 hormon kekerasan pada manusia agar menjadi berkurang atau bahkan bisa dihilangkan secara genetika dan permanen.

    Semoga wabah epidemik jahat seperti ini menjadi berkurang dimuka bumi, damai untuk semesta.

  2. Penjahat kejahatanJanuary 8, 2014 at 2:57 amReply

    Ini berawal dari segelintir orang bukan berawal dari puluhan ribu orang, dan ingat yang menjadi masalah ini problem sosial kelas tinggi adalah bentrok masa puluhan ribu orang” tidak perduli itu suku, agama, manusia dari mana saja jika sudah berbuat onar kriminal tinggal lapor polisi.Ingat yang menjadikan besar adalah bentrokan puluhan ribu orang, MENGAPA TIDAK LAPOR POLISIS SAJA”!!,

  3. jemmyMay 2, 2013 at 9:42 pmReply

    seharusnya berfikie kenapa 1 desa diserang lebih dari 30 desa,campuran suku lampung,jawa,sunda,bnten…

  4. bunda ciayanx ayahFebruary 28, 2013 at 9:19 pmReply

    saya tidak setuju kalau daerah lampung masih ada tempuran.,.,aku mau daerah lmpung bisa damai dengan daerah lain,.,.,.,..

  5. EvaDecember 1, 2012 at 10:55 pmReply

    Wong Kito : Setuju denganmu “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.” Berlaku juga buat immigrant yang mencari suaka di Negeri seberang …

  6. daratan timurNovember 27, 2012 at 1:54 amReply

    Lampung selesai..kutai barat(kal-Tim) lanjut..cuma gara” antri bensin orang lokal di keroyok sama pendatang..untung lah tdak ada korban jiwa…tapi 400 kios ludes di jarah sama si jago merah…..ada pepatah mengatakan di mana bumi di injak di situlah langit di junjung…..karna tamu sopan lah tingal di rumah orang…..salam Damai

  7. Wong KitoNovember 19, 2012 at 10:29 pmReply

    Lebih baik menerapkan prinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Agar menjadi introspeksi bagi kita semua. Di daerah lain termasuk di Sumsel pun ada benih2 anarkis yang sewaktu-waktu dapat meledak antar etnis. Mungkin media pemberitaan di Indonesia terlalu menyudutkan pemerintah dan aparat sehingga rakyat tidak peduli lagi dengan penguasa ketika menjadi penengah atau pengaman begitu ada konflik. Saat ini rakyat kita terlalu dicekoki berita dan wacana dari narasumber yang dipenuhi para provokator atau subyektif permisif atau apalah istilahnya sehingga rakyat menjadi sangat sensitif.

  8. DXN SITOMPULNovember 2, 2012 at 10:34 amReply

    NO COMENT

  9. Pemuda Bali BersatuNovember 1, 2012 at 8:44 pmReply

    Bersukurlah Lampung tdk dekat dengan Bali. Kalau tidak kami akan puputan membela pati.

  10. adoNovember 1, 2012 at 6:45 pmReply

    hehehe cuma bisa tersenyum kecutttt, ternyata bapak ibu guruku dulu bohong, di ajarkannya kepadaku tentang negeri elok tercinta dengan penduduknya ya ramah tamah menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat, dan penduduknya saling hormat menghormati sayang menyangi..ternyata oh ternyata…negaruku tercinta negara bar bar .. penuh topeng kemunafikan..mana nih mahasiswa yang biasa teriak2 di perempatan jalan membela palestina gaza dll yang nota bene bangsa dan rakyat negara lain…tapi ketika bangsa sendiri adu jotos sampai jatuh korban mengenas kan diluar batas kemanusiaan,,,mana teriakanmu…maaf,,,munafik sekalii…

Leave a Reply