Jenis – jenis Dosa dan cara Tobatnya

 Kisah Islam

Jenis – jenis Dosa dan cara Tobatnya - Disarikan dari kitab AL Fiqhu ‘Ala Madzhabil arba’ah.. Karya : Syeikh Imam Abdurrahman Al Juzairi

Jenis-jenis dosa ada 2 yaitu :

1. Dosa maksiat / Perdata

2. Dosa Jinayat / Pidana

Dosa Maksiat itu seperti : Judi, pacaran, nonton porno, ghibah, makan makanan haram, dusta, berkata jorok/kasar, memegang yang bukan muhrim dengan sengaja, dll

A. Dosa maksiat atau dosa perdata ini cara pengampunannya adalah dengan :

1. Meninggalkan dosa tersebut (at tahrim )

2. Menyesali dosa tsb (maka kalau ada yg ngaku udah taubat, tapi ketawa2 kalo menceritakan kemaksiatannya dulu, berarti dia belum tobat)

3. Berjanji tidak akan mengulang dan mengiringi dengan perbuatan baik (al furqon : 70)

4. Memohon ampunan ALLAH

5. Menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan hak manusia

B. Dosa jinayat/pidana

Yang termasuk hukum jinayat adalah :

1. Hudud : adalah suatu ketentuan hukum yang sanksi untuk pelakunya sudah ditetapkan allah dan hakim tidak boleh memaafkan dan bahkan memintakan maaf.

Kategori dosa ini ada empat :

a. Zina Ghoiru Muhson

yaitu bujang gadis yang belum pernah menikah/kawin, tetapi sudah berzina..

cara taubatnya adalah dengan melakukan yg 4 hal di atas (berhenti, mohon ampun dan menyesal serta tidak mengulangi lagi) dan didera atau dicambuk sebanyak 100 kali di tempat umum dan dicambuk dibagian pungggung..

Subahanallah, tulang punggung kita ada di wilayah yg cekung, jadi aman ketika dicambuk. (Islam luar biasa dalam melindungi umatnya). setelah dicambuk 100 kali, lalu keduanya diasingkan selama 1 tahun.

Setelah itu boleh menikah. bagi wanita yg hamil diluar nikah, maka dia tidak boleh menikah dalam keadaan hamil, karena pernikahan tersebut tidak sah. Dia harus menunggu sampai bayinya lahir. dan perlu diketahui bahwa sang bayi tersebut benar-benar kasihan, karena ayahnya tidak bisa menjadi walinya serta anak tersebut kehilangan hak waris. Itulah betapa kejamnya perzinahan diluar nikah. Dia yang menikmati, tapi anak yg menderitra. naudzubillah.

b. Zina Muhson : yaitu zina yang taubatnya adalah sama dengan taubat pelaku dosa maksiat, dan harus ditambah dengan dirajam hingga mati. ketentuan rajam adalah sbb :

1. Jika dia laki-laki

Ditelanjangi dadanya (tidak berbaju) lalu ditanam separuh badan ke tanah. lalu atas perintah imam dan sulthon (pemerintah), ia dirajam oleh algojo. dengan dilempari batu sebesar kepalan tangan kearah ulu hati. Bukan kearah kepala. Melemparnya tidak boleh kasihan dan tidak boleh benci. Ucapan ketika melempar adalah Bismillahi Allahuakbar !

bagaimana kalau ia melarikan diri..? biarin aja, berarti ia ingin diselesaikan di akhirat dengan allah langsung… tidak perlu dikejar, ditangkap lalu dicor pakai semen agar tidak lari.. itu zolim ( tuh bagi para warga yang sering gerebek orang yang berzina sebenarnya tidak diperkenankan ). Oleh karena itu, orang yang pernah berzina, dia mendapat dua akibat besar :

a. Otomatis tercerai dengan istrinya.

Ssang istri tidak usah sok pemaaf dengan mengatakan ALLAH saja maha pengampun, maka saya maafkan suami saya ! ini ucapan fasik karena dosa hudud ini, ketetapannya Allah yang buat. Hakim saja tidak boleh memaafkan atau memintakan maaf, jika ada suami istri tetap kumpul walau salah satunya pernah zina/selingkuh, maka itu sama saja menikah dengan zombe/mayat hidup.. karena semestinya suaminya/istrinya yg selingkuh tersebut sudah dirajam hingga mati,  apalagai jadi imam sholat???

2. Perempuan pezina

Dilihat dulu, apakah dia hamil atau tidak. jika hamil ia harus menunggu sampai melahirkan, dan menyusuinya selama 2 tahun.

Hukum rajamnya sama, hanya saja bagi wanita tetap wajib pakai baju/ tidak boleh dibuka. tetap tertutup.

Menghukumi seseorang zina itu tidak mudah karena dia harus disaksikan 4 orang laki2. (padahal zina dihotel gak bakal ada yg tahu), dan dalam keadaan suka-sama suka, bukan karena dipaksa / diancam nyawa.., tidak mabuk atau tidur..

2. mencuri..

Hukumnya adalah dengan dipotong jarinya! (bukan lengan, atau pergelangan tangan.)

Sebagian orang menganggap yang dipotong adalah lengannya, PADAHAL jarinya saja !

itupun mencurinya harus sampai batas nihob 4,25 grm emas. jika mencurinya dibawah itu, tentu hanya di ta’dzir tidak dipotong jarinya… ini cara ampuh utk menghentikan

koruptor negeri ini khan?

memotong jari ini ada etikanya…

a. dengan pisau yg sangat tajam

b. Diguyur minyak zaitun setelah dipotong jarinya

Rosul kalau mau niat menyakiti pencuri, bisa saja beliau SAW menyuruh pakai pisau karatan yg tumpul biar pencurinya kapok, tetapi ternyata tidak… karena niatnya hanya menghilangkan sebagian anggota tubuh bukan menyakiti..

3. Meminum minuman keras.

sanksi taubatnya adalah dengan dicambuk 80 kali.

tetapi bagi yg menjual, menuangkan, menyajikan dll, bahkan produsennya.. hanya dikenaik sanksi pelanggaran dosa maksiat… yaitu di ta;zir atau penjara…

4. Qodhaf atau saksi palsu

Bagi orang yg menuduh muslim lain berzina, padahal saksinya tidak cukup, atau dia saksi palsu, maka hukuman taubatnya adalah dengan dicambuk 80 kali. Maka, jika anda hanya bertiga (laki-laki semua) menyaksikan orang berzina di depan mata, maka sebaiknya anda menjaga aibnya, menasehatinya saja, anda tidak boleh membawa kepersidangan karena saksinya harusnya 4 bukan 3. Jika kurang bukti, anda malah yang dapat cambukan 80 kali, kecuali pelakunya tulus ikhlas mengakui perbuatannya.

wallahu’lam..

Dosa jinayat yg lain :

1. Qishohs

2. Uqubah (pancung )

bagi yg murtad, homoseks, lesbi.

Baca juga Artikel lain tentang :

Author: 

Anhar Wahyu is The Founder of  Lintas Berita He is also Founder of Pusat Materi and WikiCaraPedia He started blogging in 2009 at Blog UMY. He stay at Yogyakarta, You can connect him via His Google+ account or Facebook.