Jawaban Komisi 1 terhadap Penolakan PPI Jerman

Seperti kita ketahui bersama pada hari minggu kemarin 12 anggota Komisi 1 DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Jerman selama masa reses saat ini. Dalam kunjungan itu anggota DPR mengagendakan beberapa kunjungan kerja diantaranya membahas tentang rencana pembelian Tank Leopard dengan KBRI Jerman. Berikut ini video tentang kedatangan Komisi 1 di Jerman yang diambil oleh PPI Jerman ( Perhimpunan Pelajar Indonesia ).

Seperti kita ketahui Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1 DPR-RI yang datang ke Jerman. Untuk mendiskusikan dan merumuskan pernyataan penolakan ini, PPI juga mengajak berbagai organisasi dan elemen masyarakat, namun ketiga organisasi ini yang bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka dengan para wakil rakyat. Acara tersebut berlangsung di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh para anggota DPR-RI Komisi 1 beserta keluarga dan rombongan, para pejabat dan staf KBRI-KJRI Jerman, juga sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat setempat.

Sebelum pernyataan dikeluarkan, seorang mahasiswa sempat mengutarakan pertanyaan retorik untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan membawa keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja perwakilan RI setempat, misalnya pelayanan imigrasi. Mengikuti rentetan pertanyaan retorik tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.

Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansi, laporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:

1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiah yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org

Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out. Langkah ini diambil karena selama ini dialog dengan para Wakil Rakyat tidak membuahkan perbaikan apa pun. Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan untuk para anggota DPR RI supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah mereka terima dari rakyat. Setelah pamit, mereka pun kemudian mengakhiri prosesi yang berlangsung damai tersebut dengan berjalan meninggalkan ruangan sambil dilontari tanggapan kekesalan dari orang-orang yang terusik dengan aksi mereka.

Penolakan tersebut sangat memalukan bagi para anggota Komisi 1 DPR dimana para anggota tersebut kebanyakan datang dengan membawa anggota keluarga dan sebagian besar hanya berjalan-jalan saja di Jerman. Menginap di hotel bintang 5 dan menggunakan fasilitas negara.

Saya bisa menebak hasil pertanggung jawaban yang mungkin akan dirilis para anggota komisi 1 tersebut, kira – kira begini, Kami para anggota komisi 1 DPR RI sengaja melakukan kunjungan kerja ke Jerman dengan alasan untuk membahas tentang rencana pembelian tank leopard, memang sebenarnya hal itu bisa dilakukan melalui media online jarak jauh tapi rasanya kami tidak puas jika hanya melalui media internet / telephone untuk berdialog dan juga kan sayang sekali jika jatah kunjungan ke luar negeri yang selama 1 tahun hanya dijadwalkan maksimal 2 x tidak dilaksanakan.

Mengenai biaya tentu ditanggung semua oleh negara dan untuk keluarga tentu saja ditanggung oleh negara pula tapi ya kita sama – sama tau lah nanti kita adakan penggelembungan dana agar biaya untuk keluarga itu tertutupi. Kunjungan kerja ini memang sengaja kami rahasiakan dari media karena kita paham media di Indonesia dan rakyat Indonesia sekarang sudah pada pintar – pintar dan tidak gampang di bodohi lagi seperti dulu. Jadi untuk mencegah kecemburuan sosial maka kami sengaja melakukan kunjungan ini secara diam – diam.

Mengenai hasil kunjungan yang membahas tentang pembelian tank leopard tentu saja bukan kami yang membuatnya, kami kan punya asisten atau sekretaris, ya mereka – mereka itulah yang membuat laporannya jadi kami tidak rugi donk merekrut mereka apalagi dengan pendidikan mereka yang tinggi dan gaji yang besar pula. Kami sendiri sebenarnya hanya pingin jalan – jalan dan nonton bola di stadion jermanĀ  saja karena terlalu pusing di Jakarta macet terus dan rapat terus.

Mengenai penolakan PPI itu diluar dugaan kita, kalau tahu begitu mending dari awal tidak usah diundang saja itu para mahasiswa PPI, bikin malu saja, coba tidak ada mereka bisa tenang kita jalan – jalan di jerman ini. Tapi sebagai wakil rakyat kami sudah terlatih untuk kuat dalam menghadapi cobaan, salah satunya yaitu pasang kuping tebal – tebal, biarkan saja media heboh dengan berita kita di Jerman toh lama – lama mereka akan capek sendiri dan beritanya akan hilang dengan sendirinya.

Buat kawan – kawan di komisi 1 kami berpesan besok jika akan mengadakan kunjungan sebaiknya lebih hati – hati lagi, dan jangan undang para Mahasiswa PPI bisa – bisa nasibnya jadi seperti kita, rencananya pingin jalan – jalan malah jadi bahan omongan, untung kami sudah siap mental menghadapi itu semua.

Tulisan ini juga dimuat di : Media Kompasiana
Facebook Comments

Artikel Lainnya

Masihkah Barang Bekas Di Minati Masihkah Barang Bekas Di Minati - Siapa bilang barang bekas sudah tidak berguna. Buktinya di salah satu Pasar yang mayoritas para pedagangnya menjual ...
Presiden Indonesia Ternyata 8 Orang MUNGKIN masih banyak dari kalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Hab...
Nama-Nama Mobil Termahal Di Dunia Tidak dapat dipungkiri jika semua orang pengen punya yang namanya mobil, apalagi mobil mewah. Kelas yang ditampilkan dari mobil ini tidak akan mengece...
Cerita Seorang Mualaf Jauh sebelum memeluk Islam, Cecilia Mahmuda Cannolly sebenarnya telah menjadi Muslim tanpa menyadarinya. Sudah sejak lama ia kehilangan kepercayaan te...
YouTube Indonesia YouTube Indonesia - Google secara resmi kemarin telah merilis situs YouTube versi Indonesia, situs tersebut saat ini telah memiliki domain lokal khusu...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*