Inilah Alasan Kenapa E KTP Tidak Boleh di Fotocopy

 Flash News

Inilah Alasan Kenapa E KTP Tidak Boleh di Fotocopy – Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP yang menyatakan bahwa E-KTP tidak boleh di fotocopy memang membuat terkejut masyarakat. Mereka mengaku baru mengetahui hal tersebut sekarang. Bahkan sudah banyak orang yang memfotocopy  E-KTP mereka untuk berbagai keperluan.

Pemerintah melarang masyarakat yang telah memiliki E-KTP untuk menfotocopy atau menscan E-KTP mereka terlalu sering karena dikhawatirkan sinar laser dari fotocopy maupun scan dapat merusak chip e-KTP dan merusak data nomor induk kependudukan yang terdapat didalam E-KTP.

Bagi anda yang telah memiliki E-KTP tentu mungkin bertanya-tanya dimana sich letak chip E-KTP seperti yang diberitakan oleh Pemerintah. Mungkin anda memiliki pertanyaan yang sama karena saya sendiri juga merasa bahwa E-KTP yang kita miliki saat ini tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan KTP lama, hanya saja E-KTP memang lebih tebal dan sedikit lebih kaku.

Lalu dimana letak Chip E-KTP tersebut dan apa keistimewaan E-KTP ini sehingga kita dilarang untuk terlalu sering mem fotocopy E-KTP ? Berikut ini adalah perbedaan E-KTP dengan KTP model lama :

  • Pada KTP lama masih ada tanda tangan Kepala Kelurahan, sedangkan di e-KTP sudah tidak ada lagi tanda tangan sang pejabat itu.
  • Pada KTP lama ada stempel kelurahan, sedangkan di e-KTP sudah tidak ada lagi.
  • Pada KTP lama tidak ada kolom kewarganegaraan, di e-KTP tersedia keterangan kewarganegaraan.
  • Pada KTP lama tidak ada hologram, sedangkan di e-KTP tanda hologram amat jelas.

Pemerintah juga mengatakan e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya :

  • Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
  • Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
  • Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
  • Printing,yaitu pencetakan kartu
  • Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
  • Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman

Mungkin gambar dibawah ini bisa memberi penjelasan kepada anda dimana sebenarnya letak chip e-KTP tersebut.

chip e ktp

Letak chip tersebut berada di bawah logo Hologram pada setiap E-KTP yang kita miliki saat ini.

hologram e ktp

Gambar Hologram E-KTP tersebutlah yang harus kita jaga agar tidak tergores apalagi patah, karena mungkin suatu saat E-KTP perlu di scan untuk keperluan tertentu.

Lalu bagaimana jika karena keperluan tertentu kita harus mencantumkan atau melampirkan fotocopy KTP, solusinya adalah kita memfotocopy atau men scan E-KTP kita sekali saja dan hasil fotocopy atau scan tersebut kita jadikan master. Jadi kita tinggal memperbanyak hasil fotocopy / scan E-KTP tersebut jika suatu saat diperlukan.

Seharusnya dengan nomer induk kependudukan yang terpusat saat ini kita tentu tidak perlu harus mencantumkan fotocopy KTP lagi untuk mengurus segala keperluan. Kita tinggal mencantumkan NIK E-KTP kita saja.

Itulah artikel tentang Inilah Alasan Kenapa E KTP Tidak Boleh di Fotocopy semoga dengan artikel ini bisa memberikan manfaat kepada anda semua.

Author: 

Anhar Wahyu is The Founder of  Lintas Berita He is also Founder of Pusat Materi and WikiCaraPedia He started blogging in 2009 at Blog UMY. He stay at Yogyakarta, You can connect him via His Google+ account or Facebook.