FPI Serang Ahmadiyah

Puluhan orang anggota Front Pembela Islam ( FPI ) Jumat 20/04  menyerang masjid Baiturrohim milik  jemaat Amadiayah yang berada di kampung Cipakat Singaparna kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.  Massa yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat itu datang secara tiba tiba dan langsung melakukan perusakan bangunan mesjid.

Masjid Baitul Rahim di Singaparna rusak parah akibat penyerangan yang terjadi sekitar pukul 9 pagi itu.

Ketua Pemuda Ahmadiyah Priangan Timur, Budi Badrussalam, mengatakan pada BBC Indonesia bahwa para penyerang awalnya mengatakan hanya ingin memasang spanduk penolakan Ahmadiyah.

“Situasi awalnya baik-baik, mereka memasang spanduk di gerbang masjid tetapi tiba-tiba ada sekelompok massa yang masuk ke masjid dari samping disusul massa lain yang merangsek masuk dan terjadi pengrusakan,” kata Budi.

Massa menghancurkan apa saja yang ada di masjid mulai dari jendela dan kaca hingga melempar bom molotov.

“Ada tiga molotov yang dilempar ke masjid, sempat terjadi kebakaran. Dua jemaah berusia lanjut juga terluka karena terjatuh akibat dikejar massa,” kata Budi.

Ia mengatakan polisi dari Polsek Singaparna berada di lokasi saat kejadian. Informasi itu diperkuat dengan rekaman video insiden yang disiarkan oleh berbagai televisi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Martinus Sitompul yang dihubungi BBC menolak berkomentar dengan dalih ia belum mendapatkan informasi lengkap mengenai peristiwa itu.

Masjid Baitul Rahim dibangun pada 1925 dan pada 1940 jemaah masjid ini menganut aliran Ahmadiyah.

Ini adalah serangan keempat terhadap masjid ini.

“Setiap kali diserang para jemaah hanya bisa bersabar dan secara kolektif memperbaiki masjid agar bisa kembali digunaka,” kata Budi.

Andreas Harsono dari organisasi penggiat hak asasi manusia Human Rights Watch mengatakan insiden ini menunjukkan bahwa Surat Keputusan Bersama tiga menteri 2008 lalu gagal menghentikan kekerasan terhadap Ahmadiyah.

“Kini di Indonesia ada 30 masjid Ahmadiyah ditutup paksa. Ada yang hancur, ada yang dipakai sembunyi-sembunyi. Indonesia jangan meniru jalan Pakistan dimana kaum Ahmadiyah dianiaya lantas diteruskan kepada Kristen, Syiah dan Sufi,” kata Harsono

Kejadian berlangsung cepat dan luput dari pengamanan pihak kepolisian. Beberapa bangunan mesjid ruksak oleh massa, namun tidak ada korban jiwa dari pihak jemaat Ahmadi karena waktu kejadian tidak ada satu orangpun anggota Ahmadi yang ada ditempat. Usai meruksak massa FPI langsung membubarkan diri.

Kejadian tersebut dipicu karena dianggap jemaat Ahmadiyah melakukan aktifitas, padahal sudah ada larangan SKB 3 Mentri dan Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 12 tahun  2011 tertanggal 3 Maret 2011 tentang pelarangan penyebaran Ahmadiyah.

Dilokasi kejadian, tampak berjaga jaga anggota Polisi dari Polres kabupaten Tasikmalaya dan anggota TNI baik yang berseragam maupun yang berpakaian preman.  Situasi di sekitar kejadian masih mencekam dan ada rumor akan ada penyerangan kembali dari pihak FPI ke temat tempat ibadah Jemaat Ahmadiyah yang berada di wilayah kabupaten dan kota Tasikmalaya

Facebook Comments

Artikel Lainnya

Pria Yahudi ini pernah Bertetangga dengan Hitler Pria Yahudi ini pernah Bertetangga dengan Hitler - Adolf Hitler adalah salah satu tokoh yang tidak mungkin bisa dilupakan oleh peradaban manusia saat ...
Taman Nasional Komodo Resmi Menjadi The New Seven ... Rabu 16 mei  2012 akhirnya founder New 7 Wonders Foundation Benard Weber menyatakan bahwa Taman Nasional Komodo menjadi salah satu New Seven Wonders o...
Presiden Indonesia Ternyata 8 Orang MUNGKIN masih banyak dari kalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Hab...
Sungha Jung Profile Sungha Jung Profile - Bakat yang cemerlang dalam memainkan gitar akhirnya membawa remaja kelahiran Korea Selatan ini menjadi terkenal. Dalam artikel i...
Pembantaian Etnis Tionghoa Tahun 1740 Batavian, pada tahun 1740 terjadi suatu peristiwa berdarah yang berhubungan dengan Kali Besar. Selama beberapa waktu, imigran Tionghoa banyak yang dat...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*