Demo BBM yang Sia – Sia

Beberapa hari ini banyak terjadi Demo BBM dari para mahasiswa yang menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, disejumlah daerah mahasiswa menggelar aksi demo dibeberapa kota di Indonesia sebut saja di Medan Sumatera Utara, Makassar Sulawesi Selatan, Jakarta, Bojonegoro dan masih banyak lagi di kota – kota lainnya. Tetapi apakah ada efek yang sangat berpengaruh terhadap rencana pemerintah menaikkan BBM ? Tentu sangat tidak ada, demo di Indonesia sudah merupakan hal yang wajar, dan tidak ada tindak lanjut dari pihak yang terkait juga.

Demo selama ini dianggap sebagai angin lalu oleh pemerintah, mungkin karena sudah sering terjadi demo jadi dianggap hal yang biasa saja. Ditambah lagi sekarang ini demo BBM lebih banyak yang berakhir bentrok dan ricuh seperti yang terjadi di makassar beberapa hari yang lalu, ada mobil dibakar, mobil dinas dirusak dsb. Coba kita tanya ke orang banyak apakah mereka setuju dengan adanya demo kenaikan BBM tentu saja saya yakin banyak masyarakat yang akan mendukungnya tetapi apakah mereka merasa terganggu dengan kegiatan demo saya yakin juga banyak yang merasa terganggu.

Setiap demo sudah dipastikan jalan akan ditutup, belum lagi seperti hari ini di medan banyak toko yang lebih memilih tutup karena takut akan terjadi kerusuhan besar. Ditambah lagi dengan ikutnya TNI dalam membantu mengamankan demo, siapa sich yang tidak takut jika dijalanan banyak mobil panser, patroli dan tank bersiaga, pagar kawat berduri dsb, rasanya seperti sedang dalam keadaan perang saja.

Demo BBM
Demo BBM

Dan untuk para pendemo juga kenapa tidak lebih menggunakan cara yang hemat tenaga tanpa harus bersusah payah mengeluarkan tenaga untuk dorong – dorongan dengan aparat keamanan toh menurut saya masih ada cara yang lebih efektif dibandingkan langsung turun kejalan.

Kenapa tidak para BEM dari setiap kampus yang ada di daerah memaksa para anggota DPRD dan Ketua DPRD, Walikota / Bupati serta Gubernur mereka untuk menandatangani penolakan kenaikan BBM ? bisa dibayangkan jika seluruh anggota DPRD, Bupati, Walikota serta Gubernur di seluruh Indonesia menolak kebijakan pemerintah menaikkan BBM dan mengancam akan menghentikan Kegiatan Pemerintahan jika harga BBM tetap naik maka sudah dapat dipastikan pemerintah tidak akan ” berani “  untuk memaksakan kenaikan harga BBM.

Bagaimana tidak, dengan sistem otonomi saat ini para DPRD dan Bupati, Walikota dipilih langsung oleh rakyat didaerah mereka sendiri tentu saja mereka tidak harus takut lagi jika mereka menolak kenaikan BBM mereka akan diberhentikan oleh Pemerintah, tidak mungkin pemerintah memberhentikan seluruh Gubernur, Bupati serta Walikota diseluruh Indonesia secara tiba – tiba.

Jadi daripada demo panas – panas, capek harus adu otot dengan pihak keamanan dan yang pada akhirnya nanti akan timbul korban jiwa, lebih baik para mahasiswa bergerak terlebih dahulu di daerah mereka masing – masing, mendapatkan dukungan dari DPRD serta Bupati maupun Gubernur toh lebih baik jadi demonya pun aman serta tidak anarki, mau ngapain lagi wong para pendemo sudah tahu anggota DPRD, Bupati / Walikota serta Gubernur  di daerah mereka juga tidak setuju dengan kenaikan BBM.

Tulisan ini juga dimuat di : media kompasiana

Artikel Lainnya

Siapa yang Masih Percaya Partai Demokrat ? Semua tentu sudah pada tahu bahwa Partai Demokrat adalah partai pemenang pemilu pada tahun 2009 yang lalu. Awal sejarah berdirinya Partai Demokrat ada...
Saya Iba Pada Birahi Laki – laki Rencana Satgas Anti Pornografi yang hendak membuat aturan melarang penggunaan rok mini membuat saya iba pada birahi laki-laki Indonesia, yang mati hid...
Ramalan: Indonesia Akan Kiamat Desember 2012 ? Ramalan bahwa akan terjadi kiamat pada tanggal 12 Desember 2012 tentu sudah banyak yang tahu, tetapi apakah sudah ada yang mendengar tentang ramalan b...
Pembantaian Etnis Tionghoa Tahun 1740 Batavian, pada tahun 1740 terjadi suatu peristiwa berdarah yang berhubungan dengan Kali Besar. Selama beberapa waktu, imigran Tionghoa banyak yang dat...
Kota Kayuagung Ada kalimat mengatakan "Jika Anda sudah menjadi nasi, jangan lupa Anda pernah menjadi beras. Jika Anda sudah menjadi beras, jangan lupa Anda pernah me...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*