Acara Hadrat Morela & Mamala

Penasaran, itulah sebabnya mengapa saya membuat tulisan ini. Pada awalnya saya melihat sebuat foto di facebook dimana didalam foto itu tampak orang disebuah jalan berjalan beriringan bersama – sama, yang berjalan beriringan itu nampaknya hanya kaum pria saja dan mengenakan kopiah / peci semua. Saya lantas bertanya, acara apakah itu ? saya berpikir itu mungkin acara nikahan karena seperti di daerah asal saya di lampung dan palembang iring – iringan seperti itu biasanya mengantar mempelai wanita menuju rumah mempelai prianya, tetapi tentu tidak seramai didalam foto tersebut.

Rasa penasaran sedikit berkurang setelah diberitahu bahwa itu adalah Acara Hadrat, acara tersebut biasanya digelar pada bulan puasa saat menjelang makan sahur, kemudian pada saat hari lebaran idul fitri tepatnya pada waktu sore hari, dan 7 hari setelah lebaran Idul Fitri acara seperti ini digelar. Mungkin kalau didaerah lain disebut lebaran ketupat.

Ingin mencari lebih jauh lagi akhirnya saya panggil si om serba tahu yaitu om google untuk membantu menjawabnya. Kata om google Hadrat or Hadhrat atau Sayidina  adalah honourific Arab judul digunakan untuk menghormati seseorang. Terjemahan harfiah dari Hadrah adalah “Keberadaan” (wikipedia). Dari sini saya bisa sedikit mengambil kesimpulan bahwa upacara Hadrat ini sebenarnya untuk mengenang perjuangan kepada seseorang yang dihormati.

Tradisi ini dilaksanakan setiap 7 hari setelah lebaran di Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah untuk mengenang perjuangan di Benteng Kapahaha Jazirah Leihitu yang dipimpin oleh Kapitan Telukabessy.

Tradisi Hadrat di Kabupaten Maluku Tengah
Tradisi Hadrat di Kabupaten Maluku Tengah

Untuk Video tentang Acara Hadrat tersebut bisa dilihat dibawah ini :

Untuk Morella dan Mamala sendiri tidak banyak yang bisa saya temukan di Google, gak tau juga kenapa nih om Google sepertinya agak malas – malasan ngasih jawaban bahkan untuk petanya pun gak dikasih.

Tapi walaupun begitu, hal ini semakin membuktikan bahwa tradisi dan budaya di Indonesia sangatlah banyak sekali, setiap daerah tentu memiliki kebudayaan sendiri dan tentunya harus dipelihara dan dilestarikan paling tidak oleh penduduk asli nya sendiri. Yang penting adalah bagaimana keragaman budaya, bahasa serta kebiasaan dari suatu daerah itu bukan menjadi penghalang / pemisah – misah dengan masyarakat yang lainnya.

Jika ada yang kurang atau salah mohon dikoreksi karena keterbatasan penulis sehingga tidak bisa mengumpulkan informasi yang begitu akurat.

Facebook Comments

Artikel Lainnya

Puisi Cinta Paling Romantis Puisi Cinta Paling Romantis - Dapat terukir indah dengan adanya perasaan cinta yang begitu dalam. Apabila seorang manusia sedang dilanda asmara, apapu...
Stop Illegal Downloading Tekad Tifatul Sembiring  sebagai Menkominfo untuk membudayakan Internet yang sehat dan aman nampaknya semakin serius, belum lama ini dia menyatakan du...
Surat Tilang warna Merah dan Biru Tindak kecurangan saat ini sudah menjalar ke segala lini, bukan tidak mungkin kecurangan tersebut berawal dari tindakan para petugas Negara ini sendir...
Kumpulan Peribahasa Singkat Kumpulan Peribahasa Singkat - Mulai saat ini di Lintas Berita akan ada kategori baru yang khusus membahas tentang peribahasa atau simpulan kata yang d...
Jawaban Komisi 1 terhadap Penolakan PPI Jerman Seperti kita ketahui bersama pada hari minggu kemarin 12 anggota Komisi 1 DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Jerman selama masa reses saat ini. Dalam...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*